Siapa sih orang yang mau GAGAL didunia
ini? Tak ada seorangpun yang ingin gagal, tetapi
apa boleh buat kegagalan memang tak dapat dihindari atau bahkan kita tolak
kedatangannya.
“Kegagalan adalah awal dari
kesuksesan”
Terdengar klasik ditelinga kita, tapi saya merasa memang
begini adanya.
Hanya
sebuah pengalaman pribadi saya tentang perjuangan masuk kuliah. Saya hanyalah
pribadi yang terlahir dari keluarga sederhana dari kota kecil. Papah saya yang
bekerja sebagai Wiraswasta dan Ibu sebagai Ibu Rumah Tangga mengharapkan
anak-anaknya memperoleh pendidikan yang tinggi dan menginginkan saya masuk
Perguruan Tinggi Negri. Berawal dari saya TK di TKK Mutiara yang dimulai pada
umur saya 4 tahun, dulu saya anak yang nakal dan gampang sekali bosan dan hidup
sesukanya karna saya adalah anak perempuan satu-satunya orang tua saya yang
membuat saya berpindah-pindah kelas dari TK-A dan TK-B sesuka hati dan mungkin
memang para guru saya sudah jengah memperingati saya dan akhirnya membiarkan
saya berpindah-pindah kelas sesuai kehendak saya (Ok ini sebaiknya jangan
ditiru), Lalu masuk SD dengan umur 5 tahun, saya hanya dikenal sebagai siswa
yang kurang bahkan tidak pintar, ditegor guru pada saat pertama masuk karna saya
membuat bising kelas, sering mendapat nilai merah saat ulangan bahkan pernah
mendapat nilai 0 saat ulangan matematika dan dengan bangganya saya tertawa
dengan hasilnya, dan yang tak kalah penting hasil UN yang sangat tidak
diharapkan yang membuat kedua orang tua saya khawatir saya tidak diterima di
SMP negri favorit bahkan saking khawatirnya mereka bahkan sudah mempunyai
planning mendaftarkan saya SMP swasta kristen di kota sebelah, tapi saya
bersyukur Tuhan mendengar doa orang tua saya dan alhasil dengan ajaibnya saya
masuk SMP N 2 Ciamis, yang kala itu menyandang status sekolah RSBI dan berakhir
di SMA 2 Ciamis, Selama masa SMP dan SMA saya hanya dikenal sebagai siswa yang
biasa saja dan hanya menyandang 10 besar kelas saja, setidaknya saya lebih baik
dari sebelumnya.
Hal
yang dihindari adalah “Cita-cita kamu nanti apa ?”, Jika saat SD saya akan
dengan lantangnya menjawab DOKTER tapi seiring dengan berjalannya waktu dan
kelabilan yang melanda yang membuat saya semejak SMP hingga SMA tidak memiliki
cita-cita sama sekali, saya hanya belajar demi mendapat nilai baik tanpa
mengetahui tujuan akhir saya, dan inilah yang saya sesali pada akhirnya, bahkan
saya mendapat nilai sempurna 100 di rapot saya pada jaman SMA dan tidak hanya 1
tetapi 6, saya tidak mengerti mengapa saya mendapat nilai yang sempurna yang
bahkan tidak pernah terfikirkan dibenak saya yang berujung keterkejutan
keluarga saya, namun apa mau dikata dengan hasil yang baik (menurut saya) pada
jaman SMA tidak menghantarkan saya pada kelulusan saya pada SNMPTN. Mungkin saya kurang beruntung atau
mungkin saja saya terlalu mengambil jurusan dan universitas yang terlalu tinggi.
Saya memiliki teman bermain saat saya SMA beranggotakan 10 orang, dan mereka
semua lulus SNMPTN meninggalkan saya seorang yang gagal, saya sempat minder dan
tak mau bergabung dengan mereka, ada rasa iri dari diri saya “Mengapa mereka dengan mudahnya menggapai
mimpi mereka sedang saya harus bersusah payah” tapi saya sadar dengan
perasaan iri saja saya tak akan pernah meraih mimpi saya, dari situ saya berdoa
sama Tuhan untuk melanjutkan perjuangan saya di SBMPTN dengan dukungan keluarga
dan tentunya teman saya ( at that time i
feel like very happy that they’re didn’t leave me, they still cheering me up
(ok lebay) ).
SBMPTN,
apa itu SBMPTN ?? Yaaa.... SBMPTN adalah salah satu jalur masuk perguruan
tinggi negri melalui jalur tulis dan dilaksanakan serempak seluruh Indonesia.
31 Mei 2016 menjadi hari yang sangat melelahkan bagi saya, yaa tidak hanya hari
dimana test SBMPTN berlangsung tapi juga hari dimana pengumuman POLBAN jalur
rapot yang berakhir dengan kata-kata “Semangat terus pantang menyerah” Ya warna merah
karna lagi-lagi saya GAGAL dan tidak jauh berbeda dengan hasil SBMPTN saya, ya
lagi dan lagi saya harus merasakan yang namanya KEGAGALAN, lalu apa yang saya
lakukan ?? Menyerah ?? BIG NO!!! saya mencari peluang yang lain dan munculah
pilihan untuk mengikuti test tulis Poltekkes, Ujian tulis lancar dan akhirnya
saya dinyatakan LULUS yaa lulus ujian
tulis, tapi saya masih harus mengikuti ujian test kesehatan sebelum saya
dinyatakan menjadi mahasiswa Poltekkes, tapi apa mau dikata Tuhan mungkin hanya
ingin membuatku senang untuk sesaat, Tuhan mungkin hanya ingin membuatku tidak
jenuh, karna saya GAGAL pada test
kesehatan, saya gagal setelah saya mengeluarkan dana daftar ulang dan biaya test
kesehatan, saya gagal satu langkah menuju keberhasilan, saya gagal setelah
merelakan semua liburan saya, yaa saya GAGAL untuk yang sekian kalinya, perjuangan
saya tidak hanya sampai disitu saya mengikuti tes tulis POLBAN dengan perbandingan
keberhasilan 1 : 342, Saya merasa tertantang untuk mengikutinya tapi mungkin
Tuhan memang mempunyai jalan lagi karna saya GAGAL kembali dan pada akhirnya
saya membuat air muka orangtua saya sedih, meski mereka tetap menyemangati
saya, saya tahu bahwa mereka menangis dalam diam, menangis disaat malam hari
dan menangis dikala berdoa pada Tuhan. Dari sini saya merasa apa yang saya
lakukan tidak berjalan dengan baik, saya merasa segala hal berjalan dengan
sia-sia dan saya sempat berfikir Tuhan tidak mendengar doa saya, tapi hal itu
saya tepis dengan cepat karna di depan saya masih ada Ujian Mandiri, masih ada
kesempatan lain yang dapat saya ambil.
Ujian
Mandiri UNSOED, saya tidak memiliki persiapan yang cukup bahkan tidak matang
sama sekali dikarenakan pelaksanaan ujian mandiri dilaksanakan sehari setelah
saya test tulis POLBAN dimana saat itu saya memprioritaskan POLBAN. Singkat
cerita setelah saya selesai test saya bercerita pada papah saya, yang pada saat
itu mengantar-jemput saya bahwa semalam saya bermimpi diterima di UNSOED tapi
apa mau dikata orang berkata “Apa yang
terjadi di mimpi biasanya yang terjadi di dunia nyata adalah kebalikannya”
. Saya pun pesimis dilihat persiapan saya yang kurang tapi..... pada 8 AGUSTUS
2016 SAYA DINYATAKAN LULUS UJIAN MANDIRI UNSOED pada saat itu saya menangis
sejadi-jadinya tangan saya bergetar dan pada akhirnya saya bernafas lega....
Titik
balik kehidupan yang pengen aku bagi yaitu waktu aku gagal, memang rasanya sakit
dan menyedihkan, tapi bukan berarti itu berakhir bukan berarti kita tidak
memiliki opsi lain untuk berhasil. Saya memang sudah diterima di beberapa
universitas swasta, Namun saya tetep kekeh untuk masuk PTN. Saya percaya bahwa “
Banyak jalan menuju Roma “ dan saya
percaya dari saya lahir sampai nanti saya kembali pada-Nya, Tuhan telah menulis
rancangan hidup saya, Tuhan telah menulis masa depan saya dan yang saya lakukan
yaitu hanya berserah pada-Nya dan tetap berusaha karna saya yakin Tuhan tidak
pernah meninggalkan umat-Nya, Tuhan selalu punya cara untuk menyenangkan hati
hamba-Nya, dan Tuhan sudah merancang hidup setiap orang.
Buat kalian
pejuang perguruan tinggi negri, jangan patah semangat. Harus selalu berusaha. Jika
gagal, berarti kalian akan menjadi lebih baik. Jika gagal, kalian akan mendapat
ilmu baru. Percaya pasti semua ada jalannya. Tuhan kalian ga akan pernah
meninggalkan kalian, NOTE IT!! Keep spirit and do your best^^ God Bless You
