3/01/2017

Keberhasilan buah dari Kegagalan

Siapa sih  orang yang mau GAGAL didunia ini? Tak ada seorangpun yang ingin gagal, tetapi apa boleh buat kegagalan memang tak dapat dihindari atau bahkan kita tolak kedatangannya.
Kegagalan adalah awal dari kesuksesan
Terdengar klasik ditelinga kita, tapi saya merasa memang begini adanya.
                Hanya sebuah pengalaman pribadi saya tentang perjuangan masuk kuliah. Saya hanyalah pribadi yang terlahir dari keluarga sederhana dari kota kecil. Papah saya yang bekerja sebagai Wiraswasta dan Ibu sebagai Ibu Rumah Tangga mengharapkan anak-anaknya memperoleh pendidikan yang tinggi dan menginginkan saya masuk Perguruan Tinggi Negri. Berawal dari saya TK di TKK Mutiara yang dimulai pada umur saya 4 tahun, dulu saya anak yang nakal dan gampang sekali bosan dan hidup sesukanya karna saya adalah anak perempuan satu-satunya orang tua saya yang membuat saya berpindah-pindah kelas dari TK-A dan TK-B sesuka hati dan mungkin memang para guru saya sudah jengah memperingati saya dan akhirnya membiarkan saya berpindah-pindah kelas sesuai kehendak saya (Ok ini sebaiknya jangan ditiru), Lalu masuk SD dengan umur 5 tahun, saya hanya dikenal sebagai siswa yang kurang bahkan tidak pintar, ditegor guru pada saat pertama masuk karna saya membuat bising kelas, sering mendapat nilai merah saat ulangan bahkan pernah mendapat nilai 0 saat ulangan matematika dan dengan bangganya saya tertawa dengan hasilnya, dan yang tak kalah penting hasil UN yang sangat tidak diharapkan yang membuat kedua orang tua saya khawatir saya tidak diterima di SMP negri favorit bahkan saking khawatirnya mereka bahkan sudah mempunyai planning mendaftarkan saya SMP swasta kristen di kota sebelah, tapi saya bersyukur Tuhan mendengar doa orang tua saya dan alhasil dengan ajaibnya saya masuk SMP N 2 Ciamis, yang kala itu menyandang status sekolah RSBI dan berakhir di SMA 2 Ciamis, Selama masa SMP dan SMA saya hanya dikenal sebagai siswa yang biasa saja dan hanya menyandang 10 besar kelas saja, setidaknya saya lebih baik dari sebelumnya.
                Hal yang dihindari adalah “Cita-cita kamu nanti apa ?”, Jika saat SD saya akan dengan lantangnya menjawab DOKTER tapi seiring dengan berjalannya waktu dan kelabilan yang melanda yang membuat saya semejak SMP hingga SMA tidak memiliki cita-cita sama sekali, saya hanya belajar demi mendapat nilai baik tanpa mengetahui tujuan akhir saya, dan inilah yang saya sesali pada akhirnya, bahkan saya mendapat nilai sempurna 100 di rapot saya pada jaman SMA dan tidak hanya 1 tetapi 6, saya tidak mengerti mengapa saya mendapat nilai yang sempurna yang bahkan tidak pernah terfikirkan dibenak saya yang berujung keterkejutan keluarga saya, namun apa mau dikata dengan hasil yang baik (menurut saya) pada jaman SMA tidak menghantarkan saya pada kelulusan saya pada SNMPTN. Mungkin saya kurang beruntung atau mungkin saja saya terlalu mengambil jurusan dan universitas yang terlalu tinggi. Saya memiliki teman bermain saat saya SMA beranggotakan 10 orang, dan mereka semua lulus SNMPTN meninggalkan saya seorang yang gagal, saya sempat minder dan tak mau bergabung dengan mereka, ada rasa iri dari diri saya “Mengapa mereka dengan mudahnya menggapai mimpi mereka sedang saya harus bersusah payah” tapi saya sadar dengan perasaan iri saja saya tak akan pernah meraih mimpi saya, dari situ saya berdoa sama Tuhan untuk melanjutkan perjuangan saya di SBMPTN dengan dukungan keluarga dan tentunya teman saya ( at that time i feel like very happy that they’re didn’t leave me, they still cheering me up (ok lebay) ).
                SBMPTN, apa itu SBMPTN ?? Yaaa.... SBMPTN adalah salah satu jalur masuk perguruan tinggi negri melalui jalur tulis dan dilaksanakan serempak seluruh Indonesia. 31 Mei 2016 menjadi hari yang sangat melelahkan bagi saya, yaa tidak hanya hari dimana test SBMPTN berlangsung tapi juga hari dimana pengumuman POLBAN jalur rapot yang berakhir dengan kata-kata “Semangat terus pantang menyerah” Ya warna merah karna lagi-lagi saya GAGAL dan tidak jauh berbeda dengan hasil SBMPTN saya, ya lagi dan lagi saya harus merasakan yang namanya KEGAGALAN, lalu apa yang saya lakukan ?? Menyerah ?? BIG NO!!! saya mencari peluang yang lain dan munculah pilihan untuk mengikuti test tulis Poltekkes, Ujian tulis lancar dan akhirnya saya dinyatakan LULUS  yaa lulus ujian tulis, tapi saya masih harus mengikuti ujian test kesehatan sebelum saya dinyatakan menjadi mahasiswa Poltekkes, tapi apa mau dikata Tuhan mungkin hanya ingin membuatku senang untuk sesaat, Tuhan mungkin hanya ingin membuatku tidak jenuh, karna saya  GAGAL pada test kesehatan, saya gagal setelah saya mengeluarkan dana daftar ulang dan biaya test kesehatan, saya gagal satu langkah menuju keberhasilan, saya gagal setelah merelakan semua liburan saya, yaa saya GAGAL untuk yang sekian kalinya, perjuangan saya tidak hanya sampai disitu saya mengikuti tes tulis POLBAN dengan perbandingan keberhasilan 1 : 342, Saya merasa tertantang untuk mengikutinya tapi mungkin Tuhan memang mempunyai jalan lagi karna saya GAGAL kembali dan pada akhirnya saya membuat air muka orangtua saya sedih, meski mereka tetap menyemangati saya, saya tahu bahwa mereka menangis dalam diam, menangis disaat malam hari dan menangis dikala berdoa pada Tuhan. Dari sini saya merasa apa yang saya lakukan tidak berjalan dengan baik, saya merasa segala hal berjalan dengan sia-sia dan saya sempat berfikir Tuhan tidak mendengar doa saya, tapi hal itu saya tepis dengan cepat karna di depan saya masih ada Ujian Mandiri, masih ada kesempatan lain yang dapat saya ambil.
                Ujian Mandiri UNSOED, saya tidak memiliki persiapan yang cukup bahkan tidak matang sama sekali dikarenakan pelaksanaan ujian mandiri dilaksanakan sehari setelah saya test tulis POLBAN dimana saat itu saya memprioritaskan POLBAN. Singkat cerita setelah saya selesai test saya bercerita pada papah saya, yang pada saat itu mengantar-jemput saya bahwa semalam saya bermimpi diterima di UNSOED tapi apa mau dikata orang berkata “Apa yang terjadi di mimpi biasanya yang terjadi di dunia nyata adalah kebalikannya” . Saya pun pesimis dilihat persiapan saya yang kurang tapi..... pada 8 AGUSTUS 2016 SAYA DINYATAKAN LULUS UJIAN MANDIRI UNSOED pada saat itu saya menangis sejadi-jadinya tangan saya bergetar dan pada akhirnya saya bernafas lega....

                Titik balik kehidupan yang pengen aku bagi yaitu waktu aku gagal, memang rasanya sakit dan menyedihkan, tapi bukan berarti itu berakhir bukan berarti kita tidak memiliki opsi lain untuk berhasil. Saya memang sudah diterima di beberapa universitas swasta, Namun saya tetep kekeh untuk masuk PTN. Saya percaya bahwa “ Banyak jalan menuju Roma “ dan saya percaya dari saya lahir sampai nanti saya kembali pada-Nya, Tuhan telah menulis rancangan hidup saya, Tuhan telah menulis masa depan saya dan yang saya lakukan yaitu hanya berserah pada-Nya dan tetap berusaha karna saya yakin Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya, Tuhan selalu punya cara untuk menyenangkan hati hamba-Nya, dan Tuhan sudah merancang hidup setiap orang.
                Buat kalian pejuang perguruan tinggi negri, jangan patah semangat. Harus selalu berusaha. Jika gagal, berarti kalian akan menjadi lebih baik. Jika gagal, kalian akan mendapat ilmu baru. Percaya pasti semua ada jalannya. Tuhan kalian ga akan pernah meninggalkan kalian, NOTE IT!! Keep spirit and do your best^^ God Bless You